Oleh: concepthaircolor | Maret 23, 2010

Kapan Warna Rambut Diperkenalkan?

Tahun 1909 pewarna rambut mulai diperkenalkan secara komersil oleh seorang ahli kimia asal Perancis, Eugene Schuller dengan menggunakan bahan kimia paraphenylenediamine. Hampir lebih dari 7 % cukup popular di tahun itu, bahkan bagi sebagian perempuan merasa popular dengan rambut berwarna, begitu juga dengan pria yang tidak mau ketinggalan tren.

Dan tahukah anda, bagaimana cara kerja warna rambut?

Pewarna rambut bekerja karena adanya reaksi kimia antara molekul rambut, pigmen, serta peroksida dan ammonia yang di hasilkan. Keratin yang merupakan bahan utama rambut yang mengandung protein yang juga bias kita temukan pada kulit dan kuku. Dan, pada dasarnya warna alami rambut tergantung dari  perbandingan dan jumlah dari dua jenis protein yang terkandung di dalamnya. Dua jenis protein yang di maksud yaitu Eumelanin dan Phaeomelanin. Eumelanin adalah zat yang berperan pada pewarna rambut cokelat ke corak hitam. Sementara Phaeomelanin berperan pada pewarnaan rambut keemasan, kuning jahe, dan merah. Ketidakikutsertaan sa;ah satu dari melamim tersebut tentu akan mengakibatkan warna putih atau abu-abu pada rambut.

Sebenarnya jika dilihat dari sejarah mewarnai rambut sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu, dengan menggunakan bahan-bahan dari tumbuhan. Bahkan pada jaman Mesir Kuno, gaya rambut sudah diperkenalkan. Bagi masyarakat Mesir, penampilan adalah masalah penting. Bahkan dari penampilan menunjukan status orang dan perannya di dalam masyarakat khususnya dalam kerajaan pada waktu itu. Dan untuk gaya rambut pada waktu itu cukup modern dan bervariasi sesuai dengan usia, jenis kelamin dan status sosial.

Jaman Mesir Kuno bisa dikatakan cukup awam dengan menjaga penampilan. Masyarakat Mesir telah menggunakan bahan yang di sebut pacar (digunakan untuk kuku dan bibir). Sejak 3.400 SM masyarakat Mesir menggunakan bahan dan tumbuh-tumbuhan atau yang kini dikenal dengan henna untuk menyembunyikan uban, hal ini terbukti dari lukisan yang menggambarkan keberadaan masyarakat dengan rambut yang berwarna merah.

Pewarna alami yang sering di gunakan pada rambut memang terbuat dari tumbuhan dan mineral alami. Biasanya ada dua kategori bahan yang digunakan untuk mewarnai rambut. Seperti yang mengandung pigmen yaitu inai dan kerak biji kacang kenari yang mengandung pemutih alami mampu merubah warna rambut. Pigmen alami pada umumnya bekerja melalui selaput tangkai rambut. Dan beberapa pewarna alami digunakan dengan cara yang tidak berbeda seperti menggunakan shampoo. Tapi masalahnya, untuk mendapatkan hasil yang sama persis sesuai yang kita inginkan terbilang sulit. Karena karakteristik beberapa orang berbeda.

Warna yang melekat pada rambut baik yang bersifat sementara atau permanen  pada dasarnya di sebabkan oleh kadar asam yang tercelup ke tangkai rambut bagian luar, atau bisa juga karena molekul-molekul pigmen yang terdapat dalam tangkai rambut. Zat yang biasa digunakan pada proses pewarnaan rambut yaitu hydrogen peroksida, namun hanya dalam jumlah sedikit. Terkadang pigmen warna buatan mudah luntur ketika keramas dengan shampoo, hal ini terjadi karena pewarna rambut tidak banyak mengandung ammonia yang membuat tangkai rambut bagian atas tidak terbuka selama masa pewarnaan rambut. Sebaiknya memang, gunakan pewarna rambut yang alami agar warna bisa tahan lama.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: